Jumat, 30 Desember 2016

Cerpen Bertema Kewirausahaan


MERAIH IMPIAN
Oleh : Aprilia Yean Wisaka

Dua kegagalan yang aku alami tak menjadikanku berputus asa. Aku terus berusaha dan berdo’a kepada Sang Khalik agar diberikan kemudahan dan kebahagiaan kepadaku juga kepada orang tuaku yang senantisasa membimbingku dan membangkitkanku saat aku terjatuh. Salah satu do’a ku terkabul. Aku diterima dijurusan bahasa Inggris. Ketekuni masa pendidikan ini dengan sepenuh hati sambil bekerja. Berkat kegigihanku, bisnis yang aku jalani membuahkan hasil yang memuaskan tanpa mengganggu studiku diranah akademis. Aku patut bersyukur kepada Tuhan atas semua rahmat yang telah ia limpahkan kepadaku. Dan aku patut berterimakasih kepada kedua orang tuaku yang tak pernah luput membimbingku dan menyemangatiku.
***
Langit tak berbintang, burung tak berkicau, dan anak –anak yang biasa bermain ditaman ini pun tak terlihat. Sepi dan sunyi. Menambah beban ku saat ini. Hatiku terasa begitu perih kala kuingat lagi kejadian 30 menit lalu, saat aku tahu, apa yang telah aku impikan sejak kecil—gagal aku capai. 30 menit lalu, aku menghadap kedua orang tuaku, mengutarakan keinginanku untuk mendaftar ke Fakultas Kedokteran. Hingga akhirnya aku tahu kenyataan pahit ini. Kedua orang tuaku tak mengijinkan aku masuk Fakultas Kedokteran. Biaya-lah penyebabnya.

“Maaf Nanda, kita tak punya cukup uang untuk kamu masuk Fakultas Kedokteran.  “ jawab ayahku ketika aku selesai mengutarakan keinginanku.

“Ya ayah, aku mengerti” jawabku sedih. Air mataku mengalir tanpa bisa kutahan. Lalu tanpa berpikir panjang, aku beranjak dari kursi, melangkah menuju pintu lalu membukanya. Aku berlari. Berlari sambil menangis, menuju tempat yang kupikir dapat sedikit membuatku lebih ceria. 

Dan disinilah aku sekarang , di taman bunga di persimpangan jalan yang jaraknya tak begitu jauh dari rumahku. Taman ini begitu sepi dan sunyi, tak seperti biasanya.
***
Waktu menunjukkan pukul  9 malam, ketika aku melihat arlojiku. Aku terlonjak kaget. Tak terasa, aku sudah duduk 2 jam dikursi panjang ditaman ini. Akhirnya, kuputuskan untuk pulang ke rumah. Diperjalanan, beberapa kali aku hampir terjatuh, karena -- seperti saat aku berangkat ke taman, aku tak memperhatikan langkahku. Pikiranku masih dipenuhi oleh kata-kata ayahku yang menyatakan bahwa aku tak bisa masuk Fakultas Kedokteran. Keadaan ini membuatku stress. Namun saat aku tiba dirumah, ibuku langsung menyambutku dengan senyuman khasnya . Ia mengajakku pergi kekamar, lalu menyuruhku untuk sembahyang dan berdo’a agar Allah memberikan ketabahan kepadaku. Aku menurutinya. Dan benar saja apa yang dikatakan ibuku. Setelah aku sholat, pikiranku lebih tenang dan tubuhku pun lebih rileks.

Sebelum aku tidur, ibuku berkata, “Sabar ya nak, walaupun kamu tak bisa masuk Fakultas Kedokteran, kamu harus tetap semangat, jangan pernah putus asa. Mungkin dibalik ini semua, Allah menyediakan hadiah besar untukmu. Jangan bersedih lagi ya..”. Aku menggangguk. Dan ayahku pun tak luput memberikan semangat kepadaku. “ Benar kata ibumu, kamu harus semangat, kamu pasti bisa!” ucap ayahku. Lalu mereka berdua pergi, membiarkanku istirahat.

Sekarang aku bisa berpikir lebih jernih. Aku sadar akan kondisi perekonomian keluargaku. Aku tak bisa memaksakan keinginanku untuk  masuk ke Fakultas Kedokteran.Aku mempunyai empat adik yang masih kecil yang harus dibiayai oleh orang tuaku. Jika aku memaksakan keinginanku,  itu sama saja menambah beban orang tuaku. Aku sadar, seharusnya aku mengurangi beban mereka, bukan menambahnya.  

Beberapa hari berlalu. Lukaku akibat gagal masuk Fakultas Kedokteran mulai berkurang. Untuk mengatasi kekosongan, aku membantu ibu menjaga warung. Namun, dalam hatiku yang paling dalam aku masih menginginkan bangku sekolah. Lalu pada malam hari, aku mengutarakan keinginanku kepada kedua orang tuaku,
“Ayah, Ibu, aku ingin bicara” kataku disela-sela perbincangan saat makan malam.
“Silahkan, bicara saja” jawab ayahku santai.
“Mmm,, begini,, aku ingin mendaftar ke STPDN” kataku tergagap.

Ekpresi wajah ayahku menunjukkan ketidaksetujuannya dengan keinginanku. Namun setelah dibicarakan lebih lanjut, akhirnya aku diperbolehkan untuk mendaftar ke STPDN.

Keesokan harinya, aku mendaftarkan diri ke STPDN. Namun, aku gagal. Perasaan sedih saat aku gagal masuk Fakultas Kedokteran kini muncul kembali. Kini, bukan masalah biaya yang membuatku gagal, tapi kondisi fisik ku yang tidak memenuhi syarat. Sungguh, aku merasa sangat terluka.
Aku pulang kerumah dengan lemas, tanpa gairah. Ibuku heran melihatku,
“Ada apa Nanda ?” tanyanya.

Bukan dengan kata-kata aku menjawab pertanyaan ibuku, melainkan dengan air mata. Ibuku semakin heran melihat sikapku yang seperti ini, begitu pula ayahku yang baru saja pulang bekerja.  Hingga akhirnya aku menceritakan semua yang terjadi. Dan air mataku pun mengalir lagi, bahkan lebih deras. Dengan penuh kasih, ibuku terus memberikan semangat kepadaku agar aku tak berputus asa.
***
Dua kegagalan yang aku alami sungguh membuatku terluka. Namun, dengan semangat yang diberikan oleh kedua orang tuaku, aku sadar bahwa aku tak boleh berputus asa. Kuputuskan untuk membantu ibu menjaga warung lagi. Hingga suatu saat, rasa sakit akibat dua kegagalan itu terbayar dengan diterimanya aku di Fakultas jurusan Bahasa Inggris. Aku menjalani masa pendidikan ini dengan sepenuh hati. Keberuntungan pun datang padaku, Kak Ica, temanku, mengajakku berbisnis pakaian. Aku senang bukan main. Kini, aku bisa bekerja sambil kuliah. 

Usaha yang aku jalani dengan Kak Ica mulai membuahkan hasil. Dengan seiring waktu, jaringan bisnisku meluas. Aku menjadi lebih sibuk sekarang. Walaupun begitu, itu tak mengganggu prestasiku dibidang akademik. 

 Aku sangat bersyukur dengan keadaan ini. Kegagalan yang aku alami pada masa lalu terbayar sudah. Kini aku telah meraih kesuksesan. Dan aku telah menyadari satu hal, mengkin inilah alasan mengapa aku gagal masuk Fakultas Kedokteran dan STPDN.  Seperti apa yang telah ibuku katakan, Allah menyediakan hadiah besar dibalik kegagalanku dimasa lalu. Dan inilah hadiah itu. Aku berterimakasih kepada Allah atas semua karunia yang telah ia limpahkan kepadaku. Dan tak lupa pula, aku berterimaksih kepada orang tuaku yang senantiasa membimbingku dan memberikan semangat kepadaku saat aku jatuh, hingga aku bisa sukses seperti sekarang.

*** 

  


WIA NUR SEPTIA
Oleh : Aprilia Yean Wisaka 

Wia Nur Septia, ia lah si gadis hebat yang berhasil menjadi pengusaha sukses . Ia lahir ditengah-tengah keluarga yang bisa dibilang tidak berkecukupan. Ayahnya bekerja sebagai buruh pabrik  sedangkan ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Keadaan inilah yang membuatnya bertekad untuk menjadi orang sukses untuk membantu orang tuanya membiayai hidupnya sendiri juga hidup adik-adiknya.

Wia adalah gadis rajin, ulet, dan gigih. Walaupun ia hanyalah lulusan SMA, ia berhasil mendirikan toko baju batik megah dikotanya. Namun, kesuksesan ini tak diraihnya dengan gampang. Ia berkali-kali jatuh bangun hingga akhirnya ia berhasil seperti sekarang. Berbagai rintangan ia hadapi dengan sabar.
***
Wia terpaksa berhenti sekolah karena faktor biaya. Ia tidak memaksakan kehendaknya karena ia sadar betul bagaimana kondisi perekonomian keluarganya. Oleh karena itu, setelah beberapa bulan berhenti sekolah ia mencoba melamar pekerjaan ke pabrik roti yang jaraknya tak begitu jauh dari rumahnya. Penghasilan nya cukup untuk makannya sehari-hari . Selang waktu beberpa bulan, wia berhenti bekerja. Ia terpaksa keluar karena pabrik roti dimana ia bekerja mengalami kebangkrutan . Ia lalu mencoba melamar pekerjaan ke berbagai tempat, namun gagal. Kondisi ini pun diperparah dengan kambuhnya penyakit bronchitis adik keduanya. Ayahnya mencoba meminjam uang kesana kemari untuk biaya pengobatan anak bungsunya itu. Ibunya pun begitu, ia berusaha sekeras mungkin mencari uang. 

Saat itu, wia tak tahu harus bagaimana. Dari hari kehari kondisi adiknya semakin parah. Hingga akhirnya ayahnya berhasil mendapat pinjaman uang untuk pengobatan adiknya. Segeralah adiknya itu dibawa kerumah sakit. Setelah beberapa hari dirawat, kondisi adiknya pun mulai membaik. Lalu ia menyarankan untuk merawat adiknya dirumah agar biaya rawat rumah sakit tidak terlalu mahal.

Beberapa hari berlalu, ayah wia kebingungan bagaimana ia membayar hutang kepada seseorang yang waktu itu meminjamkan nya uang untuk biaya pengobatan anaknya. Untung saja orang itu berbaik hati dapat mentoleransi keadaan ayah wia.

Wia tak tinggal diam, ia mengunjungi semua temannya , kalau kalau ada yang bisa membantunya mencari pekerjaan. Usaha wia itu tak sia-sia, ada seorang temannya – yang bernama Wika --  memberinya pekerjaan. Wia disuruh untuk menjualkan baju baju milik temannya itu. Walaupun untungnya tak seberapa, wia melakukan pekerjaan ini dengan sepenuh hati.

Baju-baju yang dijualnya itu banyak jenisnya. Mulai dari kaos biasa yang harganya kisaran Rp. 20.000 sampai baju batik dan gaun yang harganya mencapai Rp 200.000,- .Pada  malam hari, ia melihat-lihat baju-baju tersebut dan ia merasa tertarik dengan salah satu baju batik yang dipegangnya. Munculah keinginannya untuk menggeluti usaha dibidang busana secara mandiri. Namun apalah daya, ia tak memiliki modal untuk itu.

Hari-hari yang sulit ia lewati dengan penuh semangat, hingga pada suatu saat ia bertemu dengan Bu Yeni. Bu Yeni ini adalah pengrajin batik. Ia diperkenalkan dengannya oleh Wika. Mulanya, Wia hanya berbincang-bincang seputar batik. Namun, melihat ketertarikan yang besar yang ditunjukan oleh Wia, Bu Yeni menawarinya untuk bekerja dengannya. Wia senang bukan main. Ia bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua ini. Ia pun tak lupa berterimaksih kepad temannya yang telah memperkenalkannya dengan Bu Yeni.

Waktu terus berlalu. Wia menjalani harinya dengan lebih bersemangat. Ia diajari berbagai hal oleh Bu Yeni. Dari hari kehari ilmunya semakin bertambah. 

Dua tahun setelah bekerja untuk Bu Yeni, wia memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri bermodalnkan uang tabungan yang ia kumpulkan selama ia bekerja untuk Bu Yeni dan juga ilmu yang ia peroleh dari Bu Yeni.

Awalya usahanya memang kecil. Namun berkat kegigihan dan kesabarannya, usaha yang dijalani wia semakin membaik. Ia mempunyai banyak langganan setia dan jaringan bisnisnya pun mulai meluas. Dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun, ia berhasil mendirikan sendri toko batik dan mendirikan cabang di luar kota.

Kesuksesan yang diraihnya ini tak lantas membuatnya sombong. Ia tetap menjadi Wia yang hidup dalam kesederhanaan. Dari kesusksesanannya ini, ia mampu membantu orangtuanya, dan membiayai pendidikan kedua adiknya.
***


Rabu, 09 September 2015

Teks Narasi B.Inggris

My Unlucky Day

          By : Aprilia Yean Wisaka & Rieza Nur

        At one night when my house was queit and nobody beside me, my friends planned to accompany me. But after I waited them about  hours, they didn’t come. I called them, but no answer.
          The time showed 00.00 AM. I was afraid till fell asleep. When I woke up in the morning, I was shocked because my bedroom was untidy and entire room was untidy too.
          In fact, my house was robbed. I called my parents immediately, but they didn’t picked up the phone. I cried. I screamed as loud as I could. But it seemed nobody heard me. I ran outside, nobody appeared.
          With heavy steps, I came back home and started to clear the entire room by myself while crying.
          I didn’t know why. Now, the fiercest teacher in my school apperared in front of me all of sudden. He scolded me because I came late to school. When I lifted my head, I saw all of my friends stood around me. They flung the papers to my direction.

          I screamed as loud as I could, but no voice came out. I was struggling and finally I fell with the upside down position. When I tried to turn my body, I heard voice, “Honey, why are you sleeping on the floor ?” I was aghast. I hugged my mom spontaneously and mumbled, “It just a dream.”

Senin, 08 September 2014

TUGAS DAN FUNGSI LEMBAGA HAM


   1.  Komnas perlindungan anak Indonesia

TUGAS

  • Melakukan pemantauan dan pengembangan perlindungan anak.  
  • Melakukan advokasi dan pendampingan pelaksanaan hak-hak anak.
  • Menerima pengaduan pelanggaran hak-hak anak. 
  • Melakukan kajian strategis terhadap berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan terbaik bagi anak. 
  • Melakukan koordinasi antar lembaga, baik tingkat regional, nasional maupun international. 
  • Memberikan pelayanan bantuan hukum untuk beracara di pengadilan mewakili kepentingan anak 
  • Melakukan rujukan untuk pemulihan dan penyatuan kembali anak.
  • Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, pengenalan dan penyebarluasan informasi tentang hak anak.

FUNGSI

  • Melakukan pengumpulan data, informasi dan investigasi terhadap pelanggaran hak anak.
  • Melakukan kajian hukum dan kebijakan regional dan nasional yang tidak memihak pada kepentingan terbaik anak.
  • Memberikan penilaian dan pendapat kepada pemerintah dalam rangka mengintegrasikan hak-hak anak dalam setiap kebjijakan.
  • Memberikan pendapat dan laporan independen tentang hukum dan kebijakan berkaitan dengan anak.
  • Menyebasluaskan, publikasi dan sosialisasi tentang hak-hak anak dan situasi anak di Indonesia.
  • Menyampaikan pendapat dan usulan tentang pemantauan pemajuan dan kemajuan, dan perlindungan hak anak kepada parlemen, pemerintah dan lembaga terkait.
  • Mempunyai mandat untuk membuat laporan alternatif kemajuan perlindungan anak di tingkat nasional.
  • Melakukan perlindungan khusus.
    2.  Komnas anti kekerasan terhadap perempuan

FUNGSI

  •  Mengembangkan kondisi yang kondusif bagi penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan penegakan hak-hak asasi manusia perempuan di Indonesia
  •  Meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan hak-hak asasi perempuan.
TUGAS

  •  Pemantau dan pelapor tentang pelanggaran HAM berbasis gender dan kondisi pemenuhan hak perempuan korban;
  • Pusat pengetahuan ( resource center ) tentang hak asasi perempuan;
  •    Pemicu perubahan serta perumusan kebijakan
  • Negosiator dan mediator antara pemerintah dengan komunitas korban dan komunitas pejuang hak asasi perempuan, dengan menitikberatkan pada pemenuhan tanggungjawab  negara pada penegakan hak asasi manusia dan pada pemulihan hak-hak korban;
  • Fasilitator pengembanan dan penguatan jaringan di tingkat local, nasional, regional, dan internasional untuk kepentingan pencegahan, peningkatan kapasitas penanganan dan penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.
 
    3. Komite Nasional perlindungan konsumen dan pelaku usaha

TUGAS
·         Memberikan saran dan rekomendasi kepada pemerintah dalam rangka penyusunan kebijaksanaan di bidang perlindungan konsumen.
·         Melakukan penelitian dan pengkajian terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang perlindungan konsumen.
·         Melakukan penelitian terhadap barang dan/atau jasa yang menyangkut keselamatan konsumen.
·         Mendorong berkembangnya lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat,
·         Menyebarluaskan informasi melalui media mengenai perlindungan konsumen dan memasyarakatkan sikap keberpihakan kepada konsumen.
·         Menerima pengaduan tentang perlindungan konsumen dari masyarakat, lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat atau pelaku usaha.
·         Melakukan survei yang menyangkut kebutuhan konsumen.

FUNGSI

 Memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah dalam upaya pengenmbangan perlindungan konsumen di Indonesia

   4. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi
 
FUNGSI

 Komisi mempunyai fungsi kelembagaan yang bersifat publik untuk mengungkapkan kebenaran atas pelanggaran hak asasi manusia yang berat dan melaksanakan rekonsiliasi. 

TUGAS

  • Menerima pengaduan atau laporan dari pelaku, korban, atau keluarga korban yang merupakan ahli warisnya; 
  •  Melakukan penyelidikan dan klarifikasi atas pelanggaran hak asasi manusia yang berat
  • Memberikan rekomendasi kepada presiden dalam hal permohonan amnesti
  • Menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah dalam hal pemberian kompensasi dan/ atau rehabilitasi; dan
  • Menyampaikan laporan tahunan dan laporan akhir tentang pelaksanaan tugas dan wewenang berkaitan dengan perkara yang ditanganinya, kepada presiden dan dewan perwakilan rakyat dengan tembusan kepada mahkamah agung.

Kamis, 04 September 2014

Faktor Penyebab Pelanggaran HAM


FAKTOR PENYEBAB PELANGGARAN HAM

    A.    Faktor Internal

1.      Krisis Moral
Krisis moral dapat melumpuhkan segala aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penerapan ideologi Pancasila. Seringkali ideologi ini tidak dijalankan secara murni dan konsekuen sehingga yang terjadi adalah kekacauan. Selain itu, krisis moral ini disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran hukum akan rasa kemanusiaan didalam masyarakat.
Masyarakat masih belum memahami benar bahwa manusia hidup bersama dengan manusia lainnya. Oleh karena itu, manusia harus dapat juga menghargai dan menghormati manusia lainnya. Hal ini dapat diterapkan, dengan tidak berlaku seenaknya, apalagi sampai melanggar hak asasi manusia lainnya.

2.      Kurang dan tipisnya rasa tanggung jawab
Kurang dan tipisnya rasa tanggung jawab ini melanda berbagai lapisan masyarakat, nasional maupun internasional untuk mengikuti “hati sendiri”, enak sendiri, kaya sendiri, dan lain-lain. Akibatnya, orang dengan begitu mudah menyalahgunakan kekuasaanya, meremehkan tugas, dan tidak mau memperhatikan hak orang lain.

3.      Intelegensi
Setiap orang mempunyai intelegensi yang berbeda-beda. Perbedaan intelegensi ini berpengaruh dalam daya serap terhadap berbagai norma yang ada. Orang yang mempunyai intelegensi tinggi umumnya tidak kesulitan dalam bergaul dan belajar. Sebaliknya orang yang intelegensinya dibawah normal akan mengalami berbagai kesulitan. Akibatnya terjadi penyimpangan-penyimpangan yang salah satunya melanggar hak asasi orang lain.

4.      Umur
Umur mempengaruhi pembentukan sikap dan pola tigakh laku seseorang. Biasanya, orang dewasa lebih bisa mengendalikan emosi dan tindakannya ketimbang anak-anak. Namun, kadang kita jumpai orang dewasa melakukan penyimpangan dan bersikap seperti anak kecil.
 
5.      Pemahaman belum merata tentang HAM baik dikalangan sipil maupun militer
Kurangnya pemahaman mengenai HAM tentu saja dapat menimbulkan terjadinya pelanggaran HAM.

6.      Masih belum adanya kesepahaman
Masih belum adanya kesepahaman disini maksudnya masih belum adanya kesepahaman pada tatanan konsep HAM antara paham yang memandang HAM bersifat universal (universalisme) dan paham yang memandang setiap bangsa memiliki paham HAM tersendiri yang berbeda dengan bangsa lain terutama dalam pelaksanaanya (partikularisme).

7.      Adanya dekotomi antara individualisme dan kolektivisme
Adanya dekotomi (pembagian atas dua kelompok yang saling bertentangan) antara individualism (kepentingan sendiri) dan kolektivisme (kebersamaan) akan mengancam kepentingan umum dan nantinya akan memicu terjadinya pelanggaran HAM.

    B.      Faktor Eksternal

1.      Kurang berfungsinya lembaga-lembaga penegak hukum
Lembaga-lembaga penegak hukum seperti polisi, jaksa, hakim dan pengadilan yang kurang berfungsi dengan baik akan menimbulkan pelanggraan HAM. Ini terjadi karena mereka tidak menjalankan tugas mereka dengan baik. Selain itu, ini dikarenakan karena menerima suap sudah menjadi budaya bangsa kita. Penegak hukum yang bersifat tidak adil akan membuat masyarakat bertindak sewenang-wenang. Mereka yang mempunyai cukup uang, tidak lagi takut untuk berbuat salah. Hal ini seharusnya dapat diberantas karena ini merupakan masalah yang besar. Pelanggar HAM seharusnya diberi hukuman yang tegas.

2.      Tindakan yang sewenang-wenang
Didalam masyarakat terdapat banyak kekuasaan yang berlaku. Salah satu contohnya adalah kekuasaan didalam perusahaan. Para pengusaha yang tidak memperdulikan hak-hak buruhnya jelas melanggar hak asasi manusia. Oleh karena itu, dapat kita lihat bahwa setiap elemen didalam masyarakat yang memiliki kekuasaan cenderung menyalahgunakan kekuasaan tersebut. Kekuasaan yang mereka miliki seharusnya dibatasi sehingga tetap menghormati hak orang lain dan tidak melanggarnya.


3.      Masih kuatnya budaya feodal dan paternalistik dalam masyarakat
Feodalisme adalah stuktur pendelegasian kekuasaan sosiopolitik yang dijalankan dikalangan bangsawan untuk mengendalikan berbagai wilayah yang diklaimnya melalui kerjasama dengan pimpinan-pimpinan lokal sebagai mitra. Sedangkan budaya paternalistik adalah budaya dimana atasan berperan sebagai “bapak” yang lebih tau akan segala hal sehingga bawahan merasa tidak enak jika menyampaikan ususan apalagi kritikan. Manajemen yang menerapkan budaya seperti ini akan mengurangi insiatif bawahan/mengahambat partisipasi. Baik budaya feodal maupun paternalistik pada gilirannya, akan memunculkan praktek-praktek penyalahgunaan kekuasaan yang berakibat terjadinya pelanggaran HAM.

4.      Kesenjangan sosial yang tinggi
Kesenjangan sosial  juga menjadi salah satu faktor pelanggaran HAM. Orang yang kaya tentu memiliki kekuasaan yang besar, sedangkan orang yang kurang mampu menjadi semakin tidak berdaya. Hal ini tentu saja memicu terjadinya pelanggaran HAM.

5.      Pergaulan
Pola tingkah laku seseorang tidak bisa terlepas dari pola tingkah laku orang lain disekitarnya. Dari teman bergaul tersebut, seseorang akan menerima norma yang ada dalam masyrakat. Apabila teman bergaulnya baik, dia akan menerima konsep norma yang bersifat positif. Namun, apabila teman bergaulnya kurang baik, seringkali ia akan mengikuti konsep-konsep norma yang bersifat negatif. Akibatnya terjadi pola tingkah laku yag menyimpang dan melanggar HAM.

6.      Media massa
Berbagai tayangan ditelevisi tentang tindak kekerasan, film-film yang berbau pornografi, serta sinetron yang berisi kehidupan bebas dapat mempengaruhi perkembangan perilaku indvidu. Seseorang yang belum mempunyai konsep yang benar, seringkali menerima mentah-mentah semua tayangan tersebut. Penerimaan tayangan-tayangan negatif yang ditiru dapat mengakibatkan pelanggaran HAM.

Theme Option

About The Soonex

Welcome Notice

Get in Touch

Email Subscribe Option

Count Down

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *